Author Topic: [Roleplay Games] Kyu's Detective School  (Read 4365 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Kyu Renjo

  • The Magician
  • Moderator
  • *****
  • Posts: 1.695
  • Fate/Moe
Re: [Roleplay Games] Kyu's Detective School
« Reply #150 on: October 27, 2011, 09:58:12 pm »
Aaaand....

Story: Revelation Arc II
Itu adalah akhir kisah masa kecil yang berakhir tidak menyenangkan.

Epilogue, Ruka: ShowHide

Quote
Kelas 3 SMP.
"Hei Ruka!"
"Apa?" Ruka didatangi oleh beberapa teman-teman laki-laki kelas 3 SMP-nya.
"Eh, kau dulu juara olimpiade komputer kan? Tahu website xxxxxxxx.xxx ini bukan?"
"Ja-jangan-jangan??"
"Iya, website porno!!" mereka menertawakannya
"Humm... tidak tertarik..."

Namun Ruka diam-diam membukanya di rumahnya. Seperti yang dikatakan teman-temannya, itu adalah website porno. Rasa penasaran Ruka semakin besar. Seiring dengan kesadarannya dalam memasuki masa pubertas, dia semakin rajin membuka website-website semacam itu... secara diam-diam tentunya. Kemampuannya dalam hal komputer membuatnya tak diketahui, baik log browsernya maupun folder tempat dia menyimpan koleksinya.

Hal itu terus menerus terjadi sampai dia SMA. Keisengannya semakin bertambah: Dia membuat portal situs porno skala nasional tentang para siswi smu yang sedang ganti baju di sekolah sebelum pelajaran olahraga. Dia sampai membuat jaringan sosial antar sekolah dan bekerjasama dengan para siswa disana untuk mendapatkan resourcenya (siswa lokal merekam, dia menyebarkan).

Namun sepandai-pandainya meloncat... akhirnya terjatuh juga. Situs tersebut menjadi terlalu terkenal. Salah satu korbannya, tidak lain, adalah Melisa. Merasa sangat malu... dia mencoba meminta bantuan ayahnya yang seorang ahli informasi dan intelejen. Ruka sendiri tidak menyadari bahwa Mel adalah salah satu korban dari website yang dibuatnya sendiri, karena sistem websitenya semakin berkembang, dengan sistem upload-download yang sangat ramai.

Dan... Ruka berhasil dilacak. Ayah Melisa, Syaifuddin, sangat marah.
"Anak sialan!! Berani-beraninya dia mempermalukan putriku!"
Dia memanggil polisi, yang kemudian menangkap Ruka. Ruka mengakui perbuatannya, dan meminta maaf kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya sangat marah... namun mereka juga juga mengakui karena tidak memahami anaknya dengan baik.

Kedua orang tua Ruka kemudian membayar denda. Sama seperti kriminal dibawah umur lainnya, identitas Ruka pada masalah tersebut tidak dibuka untuk umum secara terang-terangan. Namun, kemudian Ruka mereka pindahkan ke kota yang lebih sepi di Jawa Barat: Tasikmalaya. Ayah Mel sendiri tak mau memaafkan Ruka, dan mereka pindah ke Jakarta.

...Ruka dan Mel... sejak saat itu, tak pernah saling kontak, bahkan mengucapkan kata perpisahan sejak saat itu.


---

Jam 10 pagi. Gedung Sate, Bandung.
Syaifuddin, sebagai pihak yang menangani kasus ini, berdiri di tengah ruangan. Kemal, Guruh, Henry, dan Dede duduk di sofa, di dekat pintu keluar. Sedangkan Anon, Ran, Ruka, dan Seigi berdiri di pinggir, mewakili pihak Kyu's Detective Agency. Dua orang petugas kepolisian berjaga di luar.

Part 1: ShowHide
Syaifuddin memulai kata-katanya.
"Hadirin, terima kasih banyak anda sudah meluangkan waktu untuk hadir. Sekarang, akan disampaikan laporan berkaitan dengan kasus misterius ini. Silakan, pihak QDA."

"Cepatlah! Aku datang karena diberitahu ini ada hubungan dengan Wawan!" teriak Dede.
Syaifuddin kemudian berpaling kepada pihak QDA. Anon kemudian menganggukkan kepala, dan menyuruh Ruka maju. Syaifuddin tenang saja, walau masih terlihat ada raut ketidaksenangan di wajahnya.

---

Ruka memulai kata-katanya. "Seperti yang anda semua ketahui dari surat kabar, Wawan tewas ditikam di dekat sini. Sebelumnya Henry juga dilukai di dekat BIP , serta ada kartu nama Kemal dan Guruh, diselipkan dalam manekin  yang ditemukan di Hypas Square dan Cicendo Hospital. Dari situ... kami menemukan beberapa hal menarik."
Ruka* menunjukkan gambar map kota Bandung yang telah dia utak-atik, "Dari ketiga kasus pertama, semuanya merupakan path garis lurus. Artinya, ini adalah sebuah kejahatan beruntun."

Ran* berkata, "Semua hal itu, berkaitan dengan informasi tentang adanya sebuah kasus. Kami menemukan informasi tentang nama Aji Herman, yang adalah seorang pegawai Good Medicine. Disebutkan bahwa ada seorang pegawai yang terkena kanker yang diberi perintah untuk jadi kelinci percobaan pada 20 tahun yang lalu. Apa ada kemungkinan bahwa pegawai yang diberi perintah itu adalah Aji Herman?"
"I-itu cuma desas-desus!" teriak Dede, marah.
"Tenang. Kami mengerti bahwa karena kasus ini sudah lama, mungkin sulit untuk untuk diselidiki lagi. Selain yang ada di ruangan ini... mungkin tidak ada orang lain yang benar-benar tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi pada kasus percobaan itu." ucap Ruka menenangkan.

Ran* menambahkan, "Kalau memang begitu, mungkin pelaku punya motif yang berkaitan dengan Aji Herman, dan jika benar begitu motifnya, pelakunya adalah orang yang memang terlibat dan tahu soal kondisi saat itu. Pilihannya ada tiga kan kalau begitu, Kemal Kosasih (sebagai Penemu & Peneliti EF-50) , Guruh Iman (sebagai Kepala Bagian Departemen Kesehatan dan Pengizin Percobaan) atau mungkin Henry Maulana (sebagai Pegawai Pengawas) sendiri?"

"Tapi jangan lupa, bahwa Yusuf Dede melakukan pembunuhan ini sendiri, dengan jabatan, waktu, dan koneksinya ia yang menjalankan setiap kejadian tentang kasus ini, ia memanggil Wawan untuk berbicara tentang kasus EF-50 kemudian membunuhnya, kemungkinan motifnya adalah untuk menutup mulut semua yang terlibat dengan EF-50 agar membersihkan namanya dari kasus tersebut. Dilihat dari sisi itu, yang paling beruntung dalam kasus ini adalah...  Yusuf Dede." Seigi* berkomentar.

"Ku-kurang ajar! Jangan bicara sembarangan! Polisi, tangkap bocah ini atas pencemaran nama baik!!" Yusuf Dede emosi, dan akan memanggil penjaga.
"Te-tenang Pak. Semua hal itu adalah dugaan yang logis. Namun kami menemukan bahwa sebenarnya bukan seperti itu," Seigi kembali berbicara.


---

Part 2: ShowHide
Ran kembali memberikan penjelasan, "Ingat kembali, bukan hanya si pelaku yang akan mendapat untung. Bayangkan! Si pelaku yang sudah merancang segalanya, tapi malah berbalik menjadikan dirinya tersangka. Bukankah itu aneh? Andai anda adalah pelakunya, tidak mungkin di hari kejadian itu dia akan membuat alibi dengan memisahkan diri dari pengawalnya untuk merokok sendirian. Terlebih ini adalah kasus rahasia yang masih dipercaya sebagai desas-desus, menyuruh orang luar membunuhnya akan menambah masalah."
"Intinya, pelaku kejahatan bukan Yusuf Dede. Ini semua ulah pelaku asli yang ingin anda terlihat sebagai tersangka."

"Ah..." Yusuf Dede terdiam, kembali tenang.
"A-apa saya masih perlu menangkapnya?" seorang polisi masuk, menjawab panggilan Dede.
"Ti-tidak! Mari dengarkan ceritanya kembali." kata Yusuf.

Seigi* melanjutkan, "Dari situ, kami berhasil mendapatkan satu petunjuk. `Pelakunya pastilah orang yang bisa melakukan kejahatan itu mengikuti garis lurus`. Dan di kertas milik Wawan, terdapat kata `tempat biasa`, berarti pelaku tak hanya kenal dengan Wawan, tetapi sering bertemu dengan Wawan. Dengan demikian bukan hal sulit bagi si pelaku untuk membunuhnya di dekat gedung ini."
"Siapapun juga bisa meletakkan manekin di kedua tempat itu, karena dijatuhkan dari ketinggian yang sulit dilacak, atau diletakkan di rumah sakit yang merupakan tempat anda-anda sekalian bekerja," lanjut Ruka.

"Tapi... yang paling sulit adalah memanggil Henry ke dekat BIP, lalu menikamnya. Berarti... Si pelaku adalah orang yang punya kesempatan melakukan hal ini dengan mudah. Henry berkata, si pelaku meneleponnya dari rumah, bukan handphone. Mengapa harus lewat telepon rumah? Apa mungkin karena pelaku khawatir identitasnya akan diketahui lewat catatan nomor telepon yang masuk ke handphone... begitu bukan?" Ran menjelaskan.
"Pelaku menikam Henry dari belakang, lalu membuang senjatanya ke rerumputan.  Dalam keadaan gelap dan ditikam dari belakang,  Henry bisa memberikan keterangan tanpa ragu. Senjata itu ditemukan." kata Ruka.

Ran*** kemudian memandang seseorang, "Tentu anda semua mengerti bukan? Orang yang membuat kesaksian palsu, dan dengan sengaja melukai dirinya sendiri untuk membuatnya TIDAK dicurigai. Orang yang merusak manekin, membunuh Wawan dan melukai Henry adalah... Henry sendiri."

"Ah..." Henry hanya bisa ternganga.
"Karena anda punya kartu nama rekan-rekan anda, tidak aneh kalo sampai tahu salon langganan Guruh. Anda juga tahu kasus EF-50 20 tahun lalu." jelas Ruka.
"Tapi untuk apa?" tanya Guruh.
"Kasus korupsi." Anon angkat bicara. "Laporan tentang itu. Sudah kami terima."

"Yup," Ran* mengiyakan, "Henry menerima uang dari Wawan, dan tempat penyerahannya tidak jauh dari Gedung Sate ini. Karena polisi mulai bergerak, namun masih terfokus pada Yusuf Dede, Wawan pun dibunuh agar tidak membocorkan rahasia. Jangan lupa, bahwa Direktur Produksi lah yang tahu berapa jumlah dana yang seharusnya dikeluarkan untuk produksi obat. Tujuan semua kasus ini... hanya itu."

"Ulah merusak boneka dan memasukkan kartu nama untuk mengingatkan  pihak yang terkait kasus 20 tahun lalu...  Melukai diri sendiri agar dianggap korban, dan membuat kita mencurigai Yusuf Dede... Semuanya tampak sesuai, bukan?" ucap Seigi dengan yakin.
"Dan dalam kasus ini... kita dibuat mengganggap seakan boneka yang dibunuh... Itulah perspektif manusia. Karena itulah, anda memilih lokasi yang membentuk garis lurus." Ruka menutup penjelasannya.

"Bo-bohong! Semuanya omong kosong, mana buktinya!" teriak Henry panik.
"Di rumah sakit, anda bilang kan? `Kenapa aku yang harus mengalami ini!` Namun seharusnya anda tahu, kalau korban bukan cuma anda. Pelaku berkata bahwa Kemal dan Guruh menjadi target selanjutnya... Namun tidak terjadi apa-apa pada mereka. Anda mengulangi ucapan pelaku supaya polisi dan agensi yakin kasus manekin berhubungan dengan kasus penikaman... namun itu menjadi perangkap bagi anda!" desak Seigi.

"Jangan ngawur! Ha ha ha! Dalam kasus Kemal dan Guruh, hanya manekin yang dirusak, sedangkan lenganku ditikam! Mana bisa dibandingkan! Karena itu aku berkata, 'Kenapa harus aku!' " kilah Henry.
Semuanya terdiam.
"..."
"Kalian... dengar kesaksian barusan?" kata Ruka, diikuti anggukan semua orang.
"Eh?" Henry kebingungan.
"Sama sekali tidak ada kata 'manekin' yang diucapkan si pelaku yang anda sebutkan." kata Seigi.
"Karena itu... cuma barang rusak." tambah Anon.


---

"Anda memasukkan kartu nama, sebagai peringatan kepada yang terlibat. Namun anda sudah tahu ketika kasus penikaman terjadi. Cuma... pelaku yang bisa mengetahui semua itu," ucap Ran, menutup kesimpulannya."
"Ah..." Henry terduduk, tidak bisa berkata apa-apa lagi.

- QED.

End of Arc, kasus "Pembunuhan Manekin" (Doll's Killing)
« Last Edit: October 28, 2011, 01:00:36 am by Kyu Renjo »
Detective, Truth Sorceror "Lord of Assumption KYU", Advisor of DP Genshiken, Vanguard Cardfighter


Offline Kyu Renjo

  • The Magician
  • Moderator
  • *****
  • Posts: 1.695
  • Fate/Moe
Re: [Roleplay Games] Kyu's Detective School
« Reply #151 on: October 28, 2011, 02:09:28 am »
Kasus yang terpecahkan: kasus Doll's Killing. Then, I give an 'extra' feat Arc :v

Story
"Kau..." Syaifuddin mendekati Henry yang duduk terdiam... saat tiba2 Henry bergerak.
"Awas!" Ruka mendorong Syaifuddin, yang nyaris saja tersabet pisau yang dikeluarkan Henry. Dia berlari keluar dengan cepat.

"Sial sial sial SIAL SIAL!" Henry berteriak, tanpa pikir panjang mengambil mobilnya yang terparkir.
Semua orang keluar dari ruangan.

Henry kemudian menyalakan mobilnya dengan cepat... mata Ruka kemudian tertuju ke gerbang, tak ada penjaga disana... namun ada Mel!
"Awas Mel!!" teriak Ruka.
Melisa tidak mengerti apapun, di saat yang sama Henry sudah menyalakan kompinya... dan memacunya dengan kecepatan tinggi ke gerbang, langsung menuju ke Melisa...

...dan Ruka mendorongnya ke samping. Melisa terjatuh ke samping mobil, namun Ruka sedikit terserempet mobil itu.
"Ru-Ruka!!" Mel mendekati Ruka yang tampak tergeletak.
"Sial. Lengah." Anon sudah memacu kendaraannya. "Disini Anonymous. Target kabur. Semua agensi, bergerak." Anon memacu motornya, dan mengejar mobil itu. Polisi pun segera mengejar mobil itu dengan mobil polisi.
"Kau tak apa-apa, Ruka?" tanya Mel khawatir.
"...tak apa-apa. Hanya memar... dan terkilir sedikit," ucap Ruka, namun bagian punggung dan kakinya tampak lebam dan kepalanya tergores cukup parah.
"Ah... Kau harus segera diobati, Ruka! Medik!" Mel berteriak panik mencari pertolongan, namun Ruka segera menariknya.
"Tak apa. Yang penting... kita harus mengejar Henry." jawab Ruka tegas
"Tapi... dengan motor, dengan kondisi seperti itu?" Ran bertanya.

"Tenang. Aku sudah memanggil bantuan," tiba-tiba terdengar suara helikopter di atas kepala mereka, mendekati mereka dan menurunkan tangga, "ini pasti lebih cepat dari mobil atau motor," ucap Seigi, diikuti keterkejutan teman-temannya.

FEAT Seigi: Akses ke helikopter.
Memberikan chance Seigi mendapat akses ke helikopter dengan cara dikomunikasikan. Waktu respon helikopter random.


---

"Bagaimana Yuki-nee? Ketemu?" Seigi bertanya kepada pilot helikopter tersebut.
"Sudah terlacak, Seigi-chan. Ai-chan sudah memberi tahu semua supir taksi seluruh Bandung untuk terus memantau mobil yang kau inginkan."
"Helikopter... Orang yang kau kenal, Seigi? Siapa dia?" tanya Ran, kagum.
"Ah. Ini kakak perempuanku yang pertama, Yuuki. Dia adalah Direktur Utama dari perusahaan charter helikopter dan pesawat perintis yang ada di Bandung. Kakak perempuanku yang berikutnya, Ai, adalah General Manager dari perusahaan taksi Golden dan Blue Eagle yang ada di seluruh Jawa Barat, dengan pusat di Kota Bandung ini."
"He-hebat!!" teriak Ran kagum.

"Ah, gawat Seigi, dia sebentar lagi akan perlimaan lampu merah. Bila lampunya hijau... akan sulit bagi kita untuk mengejar mobil tersebut. Jalanan sepi, dan mungkin dia bisa lari ke luar kota." Yuuki menjelaskan.
Namun Ruka berkata, "Serahkan padaku." Dia kemudian menyambungkan suatu removable disk ke slot Q-DNA, dan mulai mengoperasikannya."
"Itu...?" Seigi bertanya-tanya.
"Hacking."

Ruka - Langkah yang diperbolehkan: HACKING.
Imajinasikan sebuah program yang menjalankan lampu lalu lintas, dan buat program dengan bahasa pemrograman apapun untuk membuat lampu tersebut merah.
Bila berhasil, jadikan sebagai FEAT.


Mobil Henry dengan cepat menuju ke sebuah perlimaan lalu lintas. Namun... ajaib. Lampu yang seharusnya masih hijau, tiba-tiba merah. Lalu lintas berubah, dan Henry terpaksa putar arah: Dia tidak bisa mengambil resiko tertabrak ataupun memperlambat kecepatannya.
"Itu... kau yang melakukannya?" Seigi bertanya, diikuti dengan anggukan Ruka. "Hebaaaat!!"

Helikopter itu dengan cepat mendekati mobil Henry, diikuti motor Anon, dan mobil polisi tertinggal di belakang. Namun mobil Henry masih terlalu cepat, butuh waktu lama untuk menghentikannya.


"Hmm... bisa turunkan sedikit helikopternya mendekati mobil itu?" Ran bertanya pada Seigi.
"Untuk apa?"
"Untuk... ini." Ran mengeluarkan sebuah rifle dari dalam tasnya.
"RIFLE?" semua orang terkejut melihat Ran mengeluarkannya dengan kasual.
Ran menjawab dengan santai, "Tenang, aku punya izin.... dan kebetulan tidak ketahuan saat di Gedung Sate tadi." Ran membidik mobil itu. Jarak tembak kurang lebih 300-400 meter. Sama sekali bukan jarak yang dekat untuk menembak sebuah mobil berkecepatan tinggi, di atas helikopter pula.

Ran - Langkah yang diperbolehkan: SNIPING.
Pilih rifle yang digunakan, sebutkan spesifikasinya, dan deskripsikan cara menembak.
Bila berhasil, jadikan sebagai FEAT.


*DOR!* Satu tembakan. Kena. Tepat di ban mobil yang dituju.
Mobil itu berputar, kemudian menabrak pembatas di daerah jalanan pinggiran kota Bandung yang kebetulan sepi. Lalu mobil itu berhenti.
"Kereeeen!!" Seigi berteriak.
"Lu-luar biasa." Ruka tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

Helikopter itu mendarat di sebuah taman. Anon pun datang, di belakangnya ada 2 mobil polisi. Henry keluar, kemudian berusaha kabur dengan berlari.
"Menyerahlah!!" Anon berusaha mengejar Henry."
"Mencoba kabur? Percuma." Ran keluar dari mobil. "Aku sudah memanggil... 'mereka'."

*tilulilulit*
*kring kriing*
*teng teng teng* *lalalala* *you got mail*

Seketika, jalan yang dituju Henry tiba-tiba dipenuhi perempuan.
Banyak. Perempuan.
Banyak. Sekali.
Ada anak SMU. Perempuan kantoran. Wanita jalanan. Banyak di antara mereka adalah perempuan anggota gang, geng motor, atlit, penjaga toko, salesman, guru, dosen, dokter, polisi.
Semuanya perempuan. Mereka terpanggil oleh pesan singkat yang mereka terima.

"Ke-kenapa tiba-tiba banyak orang?" Semua orang terkejut, terutama Henry. Tiba-tiba banyak orang biasa, SEMUANYA perempuan, berada di tempat itu. Ruka, Seigi, Yuuki, Anon, para polisi, dan beberapa orang biasa yang kebetulan berada disitu... semuanya sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.

"Inilah... Red Moon ku."

FEAT Ran: Akses Geng Red Moon.
Memberikan chance Ran memanggil sejumlah perempuan dalam jumlah yang BANYAK ke suatu tempat tertentu, via mail message berantai. Jumlah dan waktu respon random


Henry hanya bisa terdiam ketakutan, tidak berani melawan orang sejumlah itu. Dia pun ditangkap, dan dibawa ke kantor polisi. Tirai kasus ini perlahan menutup.

---

FEAT Erneiz: Trick
Memberikan chance untuk melakukan beberapa trik sulap sederhana.


FEAT Ridwan: Friend-Bluff
Memberikan chance untuk membuat teman mempercayai kebohongan yang kita lakukan.


---

END OF ARC.
THE ALLOWED POST IS ONLY THE CONTINUITY OF LAST ARC.

Opening "School Recollection Thread".
« Last Edit: October 28, 2011, 02:25:22 am by Kyu Renjo »
Detective, Truth Sorceror "Lord of Assumption KYU", Advisor of DP Genshiken, Vanguard Cardfighter


Offline ran MIYASHITA

  • Temperance
  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 463
  • RAN, Witch of Interpretation
    • Witch Of Interpretation - RAN
Re: [Roleplay Games] Kyu's Detective School
« Reply #152 on: October 28, 2011, 09:56:32 am »
[meta] what kompi? O_O;; mobil kali.. swt loool.. dan deskripsi cara menembak teh gimana lagi maksudnya? ==;; [/meta]

Rifle yang Ran keluarkan dari tas pinggangnya adalah:

Name : Pindad SS1-R5 Raider, keluaran tahun 2005
Jenis : Assault Rifle (Senapan Serbu)
Ukuran Kaliber : 5.56 x 45 mm
Panjang Barrel : 252 mm
Panjang Senapan Keseluruhan : 770 mm (77 cm)
Berat Senapan Kosong : 3.37 kg
Laju Putaran Peluru : 650-700 rpm
Mode Tembak : Single, Full Auto, Safe
Max Effective Range : 300 - 400 m (375 m)
Saat ini digunakan oleh : Elite Force TNI AD (Yonif 500/R milik Kodam V/Brawijaya atau disebut juga sebagai Raider)
Tujuan Penggunaan : Penyergapan, Penyusupan, Kontak Jarak Dekat dengan medan hutan, gunung rawa, laut maupun perkotaan
Attachment : Sangkur dan Berbagai Jenis Teleskop Jarak Pendek

Ran mengeluarkan senapannya, mengecek kondisi untuk bersiap menembak, memasang bidikan ke arah ban mobil dan menarik pelatuknya.

Gambar SS1-R5 Raider: ShowHide




"Even if the world line changes, as long as you don't forget me, I'm there."

--Makise Kurisu (Steins;Gate)

Offline Kyu Renjo

  • The Magician
  • Moderator
  • *****
  • Posts: 1.695
  • Fate/Moe
Re: [Roleplay Games] Kyu's Detective School
« Reply #153 on: February 06, 2012, 06:58:50 pm »
FEAT Ruka: Hacking (Passive)
Memberikan chance untuk melakukan hacking terhadap sistem komputer pasif. Feat ini tidak bisa digunakan sendiri.


Story
Selasa malam, jam 1.

"Pendiri Kelompok Red Moon... ada di dalam akademi kita? Di dalam kelas A sebagai kelas paling tinggi di akademi ini pula? Tidakkah Anda melakukan suatu perjudian yang besar?" BlackMage, berkata dengan khawatir. "Belum lagi... kelas A ini kelas yang sangat spesial. Anda tahu Seigi bukan? Bagaimana pengaruh keluarganya yang menguasai sistem transportasi di kota ini?

Tiga orang duduk di dalam sebuah ruang rapat. Salah satu orang yang baru saja berbicara, memegang beberapa dokumen, tampak sedikit tegang. Diseberangnya, hanya terdiam sambi memegang dagunya, Anonymous.

Di bagian ujung dari meja itu, tak jauh dari kedua orang itu, seseorang duduk di kursi yang tampak sedikit lebih besar dari kursi lainnya. Sang Inspektur KyuRenjo.

"Ya, aku tau. Kelompok Red Moon adalah kelompok yang selama ini tidak memiliki bentuk. Berbeda dengan kelompok lainnya, kelompok ini terkenal tidak memiliki ikatan tetap, tidak melakukan kerusuhan yang signifikan, dan tidak diketahui pula struktur tetap. Namun kelompok ini tetaplah salah satu "kelompok kriminal" yang menguasai Jawa Barat, bahkan di pemerintahannya..." Kyu Renjo berpikir.

"Dan satu yang diketahui, kelompok ini sangat terkenal dengan kode etiknya terhadap proteksinya terhadap perempuan. Tidak heran, banyak perempuan jalanan, pedagang perempuan, bahkan mafia sekalipun... yang JUGA perempuan, menjadi anggota kelompok ini." BlackMage melanjutkan.

"Untuk sementara, rahasiakan dulu dari siswa dan guru lain. Mengerti?"
Kyu Renjo menegaskan, diiringi anggukan kedua orang didekatnya.

---

Kelas B

Pagi, jam 8. Beberapa siswa tampak berkumpul di depan kelas B.

OPEN REQUIREMENT. Peserta RP untuk Kelas B.

Silakan deskripsikan karaktermu, sifatnya, serta barang-barang apa saja yang akan kau bawa saat mengikuti kelas.


---

Kelas A

PLAYER CHECKING. Konfirmasikan keadiranmu.

Buat sedikit narasi mengenai aktivitasmu, diperbolehkan menggunakan Feat dan Flaw mu yang baru serta background story yang telah dimiliki.


---

Pesawat Garuda Indonesia, penerbangan Italia-Indonesia GIA2452.

Seorang laki-laki berusia tiga puluhan tahun. Di depannya ada tas ransel seukuran laptop, dan disebelahnya ada kotak makanan bekal. Dia mengenakan jas santai warna hitam dan celana panjang, dan berkaca hitam. Wajahnya yang bersih namun sangar, memperlihatkan sedikit rasa segan bagi yang menatapnya.

"Tuan, anda menginginkan tambahan Liquor?" seorang pramugari datang menawarkan snack untuk penumpang kelas 1 itu, namun ditolaknya dengan halus. Lelaki itu kemudian mengambil foto dari dalam tasnya.

"Huh, Ridwan, adikku yang bodoh."
« Last Edit: February 06, 2012, 07:08:20 pm by Kyu Renjo »
Detective, Truth Sorceror "Lord of Assumption KYU", Advisor of DP Genshiken, Vanguard Cardfighter


Offline ran MIYASHITA

  • Temperance
  • Sr. Member
  • ****
  • Posts: 463
  • RAN, Witch of Interpretation
    • Witch Of Interpretation - RAN
Re: [Roleplay Games] Kyu's Detective School
« Reply #154 on: February 07, 2012, 06:36:56 pm »
[meta] apakah saia yang pertama? oke, aku mulai duluan :V [/meta]

Entah sedang rajin atau mungkin iseng, Ran datang ke akademi pagi-pagi sekali, jam 6 pagi. Padahal siapa yang tahu bahwa Ran dan anggota geng Red Moon yang beranggotakan cewek-cewek lolwut itu, baru saja menyelesaikan "patroli rutin" mereka pukul 3 pagi. Mungkin karena Ran sudah terbiasa tidur dengan durasi yang SANGAT sebentar, jadinya terasa biasa saja. Ran datang dengan pakaian one-dress yang sangat sederhana berwarna putih coklat, dengan kerudung berwarna merah serta mengenakan tas selempang warna abu-abu yang terlihat lusuh, berisi kotak makan, Q-DNA, alat tulis, senapan pendek, pisau kodachi, handphone dan dompet.
Ran kemudian duduk, mengambil posisi dan mulai membuka manga Dragon Zakura, untuk dibaca yang baru saja ia pinjam dari tempat peminjaman buku di dekat kosannya.

"Even if the world line changes, as long as you don't forget me, I'm there."

--Makise Kurisu (Steins;Gate)